Bahan kimia dalam kosmetik

A+ R A-

Bahan kimia dalam kosmetik

Share

Lebih dari 3.000 bahan kimia digunakan dalam seluruh produk kosmetik. Banyak yang berbahaya bagi kesehatan & kecantikan, namun ada pula yang aman. Para ahli kesehatan kulit menyatakan, jika sebuah produk mengandung lebih dari 3 bahan aktif, berarti produk tersebut tidak seperti yang digambarkan.

Perhatikan daftar berikut:
Propylene glycol: cairan bening untuk melembabkan, namun sering menyebabkan alergi pada kulit.
Sodium lauryl sulphate: deterjen, emulsifikasi dan pengantar keringat, namun sering membuat kulit kering dan menyebabkan iritasi karena mengurangi protein kulit.
Diethanolamine (DEA) dan triethanolamine (TEA): bisa membentuk nitrosamine penyebab kanker dan formaldehida (gas disinfektan). Tak hanya berisiko menyebabkan alergi, tapi juga mutasi gen dalam hewan sehingga telah dilarang di Jepang dan Swedia.
Parabens atau parabenz: pengawet yang digunakan oleh hampir sepertiga produk kosmetik dan dicurigai dapat memicul kanker. Sebenarnya parabens dapat ditemukan di alam, namun produsen kosmetik seringkali menggunakan bentuk sintesanya, yaitu butyl, ethyl, methyl atau propyl parabens.
Stearic acid: lilin asam lemak yang sering digunakan dalam krim kulit. Jika digunakan terus-menerus bisa menimbulkan iritasi.
Lanolin: berasal dari wol domba dan mungkin mengandung peptisida yang dibawa dalam pembuluh darah karena larut dalam lemak.
Boric acid: pemusnah bakteri dan jamur dalam astringen yang bisa menyebabkan reaksi keracunan. Talc yang mengadung zat ini biasanya tidak digunakan untuk anak di bawah usia 3 tahun.
Benzyl alcohol: bahan pengawet pada krim. Jika digunakan terus-menerus dapat menyebabkan sensitivitas berlebih.
Tocopherol dan tocopherol acetate: sering digunakan sebagai antioksidan dan bisa menyebabkan iritasi.

Jangan keliru membedakan retinol (salah satu bentuk  vitamin A) dengan asam retinoic. Asam retinoic merupakan obat yang ampuh menghilangkan kerut, sementara retinol tidak. Demikian juga, suntik kolagen dapat menghilangan garis kerut sementara krim yang terdiri dari kolagen dan elastin tidak mudah diserap kulit.
Dikutip dari Majalah Choice Edisi : 22
Sumber Gambar : sheknows.com



Redaksi: redaksi[at]esensi.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: ads[at]esensi.co.id