How to Get Back in the Mood of Sex

Jaga komunikasi
Menurut banyak pakar, komunikasi adalah kunci langgengnya sebuah hubungan. As clich as it sounds, nyatanya memang begitu. Masalahnya, komunikasi yang bagaimana? Lagi-lagi, tanpa disadari, komunikasi kita dengan pasangan lebih banyak untuk membahas hal-hal praktis seputar urusan anak dan rumah tangga. Kalau hanya ini yang terjadi, sudah tentu kedekatan yang kita inginkan tidak terjadi.

Anda bisa menelepon pasangan saat istirahat makan siang hanya sekadar bertanya, “Sudah makan belum?”¬Ě, atau kirim SMS singkat I miss U atau I luv U. Sounds corny? Biar saja dibilang jadul, norak, atau sok ABG. Kenyataannya, hal-hal simpel semacam itu bisa mengingatkan bahwa selain menjadi Ibu dan Ayah, Anda berdua juga pasangan yang saling mencintai. Anda akan kagum sendiri betapa hal yang ringan dan murmer seperti itu dapat menambah kedekatan Anda berdua.

Tingkatkan kontak fisik
Komunikasi juga bisa dilakukan tanpa kata-kata. Anda dapat mengatakan apa yang Anda rasakan terhadap pasangan lewat pelukan, kecupan, dan bahkan sentuhan. Jangan berharap setiap kontak fisik harus selalu dilanjutkan dengan berhubungan seks. Kalau itu yang Anda pikirkan, Anda malah merasa terbebani. Ujung-ujungnya, malah membuat Anda malas dekat-dekat atau didekati pasangan. Setelah menidurkan anak-anak, Anda berdua bisa tidur-tiduran sambil berpelukan dan mengobrol seputar kejadian di kantor, film atau lagu terbaru, atau obrolan ringan lainnya (sebaiknya sih jangan soal anak). Tak masalah kalaupun pada akhirnya acara kelonan itu hanya berakhir dengan tidur nyenyak.

Variasi itu perlu!
Variasi bukan melulu soal posisi. Perbedaan waktu atau tempat juga bisa membuat seks menjadi lebih spesial. Begitu anak-anak tidur, Anda berdua sudah terlalu lelah untuk bercinta. Nah, kenapa tidak melakukannya tengah malam atau pagi-pagi sekali? Anda juga bisa menemukan manfaat lain dari ruang kerja Anda. Dan, sleeping bag tak hanya bisa digunakan sewaktu camping, lho… Kalau Anda tak bisa lagi melakukan seks secara spontan, rencanakanlah! Bicarakan dengan pasangan, siapa di antara Anda berdua yang bisa pulang tenggo (teng langsung go!) agar dapat menemani anakanak lebih lama dan menyiapkan mereka untuk tidur lebih cepat. Dengan begitu, Anda berdua punya lebih banyak waktu pribadi. Anda bisa melakukan kencan kecil-kecilan: bergelung di sofa sambil menonton DVD atau sekadar makan es krim. Atau ingin yang lebih berbeda? Coba habiskan waktu 1-2 jam dalam kamar hotel (God knows what you two are doing!). Intinya, explore your imagination…. (DNH-dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *